Kucing dan Tahi Halal Kamis, 26 Agustus 2010 14:05:11
Kondisi penat menanti buka puasa tak semalamanya membuat orang loyo dan malas-malasan. Di tangan santri masa penantian itu justru terasa renyah dan mengasyikan dengan sedikit kreatifitas dan keahlian bercanda yang khas.
Alkisah ada dua santri cerdas, dengan concern disiplin berbeda, sedang berbincang ringan di sebuah dapur belakang asrama. Santri pakar nahwu merasa heran, mengapa disiplin yang ia pelajari (nahwu) terlihat lebih fleksibel daripada disiplin yang dipelajari rekannya, ilmu fiqh, yang melihat sesuatu dalam sudut pandang serba saklek. Terjadilah dialog ringan seputar status hukum makanan dalam dua sudut pandang yang unik.
Mengganti Kerugian karena Menabrak Sapi Selasa, 20 Juli 2010 19:19:47
Seorang pengendara mengemudi melewati sebuah peternakan dan tanpa sengaja menabrak dan membunuh seekor anak sapi yang sedang menyeberang jalan. Pengendara itu kemudian pergi ke pemilik sapi dan menjelaskan apa yang terjadi. Dia kemudian bertanya harga hewan itu.
antara Pak Hasyim dan Gus Dur Senin, 22 Maret 2010 08:53:57
Setelah memberikan pandangan umum mengenai Laporan Pertanggungjawaban PBNU periode 2004-2010, Muktamirin merasa puas dengan kinerja KH Hasyim Muzadi yang telah mempopulerkan NU ke seluruh negeri. Laporan yang berbentuk audio-visual itu memang banyak mengekspos kegiatan NU dengan negara-negara lain melalui International conference of islamic scholar (ICIS) maupun seminar internasional dan kunjungan-kunjungan.
Humor Gus Dur Ogah ke Surga Selasa, 05 Januari 2010 12:02:12
Ini humor tentang Gus Dur yang menggambarkan kesetiaan beliau pada NU dan kesederhanaan pribadi almaghfurlah Kyai Abdurrahman Wahid.
Alkisah, karena didoakan oleh seluruh pemuka dan umat lintas agama serta kasih-sayang-Nya, Tuhan Yang Kuasa memberikan keistimewaan pada Gus Dur untuk memilih surga-surga yang dijanjikan oleh masing-masing agama itu.
Guyonan Gus Dur Melawan Lasio Minggu, 20 Desember 2009 16:13:49
Dalam satu diskusi di kantor Yayasan Paramadina, Pondok Indah, Gus Dur tampil bersama pakar filsafat yang mendalami masalah Konghucu. Nama pakar itu Dr. Lasio, mengingatkan orang pada klub sepak bola ternama Italia, Lazio.
Sang pakar bicara lebih dulu, dan menguraikan pandangan-pandangannya di depan ratusan peserta yang meluber sampai ke luar ruang yang cukup sempit.
Tiba giliran Gus Dur, dia memulai dengan komentar tentang pentingnya topik diskusi tersebut.
Jendral paling berbahaya Senin, 02 November 2009 18:02:10
Pada saat selesai melantik WAKAPOLRI di Istana, Gus Dur mengadakan konferensi pers dengan wartawan.
Pada kesempatan itu, salah satunya diungkapkan tentang permintaan Gus Dur agar Jenderal Surojo BIMANTORO -KAPOLRI - mengundurkan diri.
Ketika konferensi pers itu usai, dan Gus Dur dipapah memasuki mobil, beberapa wartawan mulai tidak mengerubutinya lagi.
Gus Dur berkata :"Hei, saya masih punya satu informasi lagi. Kalian mau tidak ?"
"Apa itu Gus ?" tanya para wartawan serentak.
“Wah sekarang ini kiamat sudah dekat, tanda-tandanya sudah nyata,” guman seorang pemuda pada temannya.
Dengan heran temannya menjawab: “He... siang hari begini kau kok mengigau, dan kenapa pesimis amat, papa lu mulai percaya ramalah ahli nujum dari Meksiko itu?”
"Bukan itu, bagaimana kiamat tidak terjadi kalau kiai yang biasasnya berbicara soal ibadah saat ini sudah bicara soal teknologi dengan bahasa yang fasih lagi”
Gus Dur dan Sepatu Bush Selasa, 24 Maret 2009 20:41:50
Terjadilah insiden pelemparan sepatu oleh wartawan stasiun TV di Irak ke arah presiden Amerika Serikat George W. Bush. Dunia jadi geger. Semua media menyajikannya sebagai berita utama. Tokoh-tokoh dunia berkomentar.
Mayoritas memberikan dukungan kepada sang wartawan. "Lemparan penghinaan itu adalah tanggapan balik terhadap invasi Amerika ke Irak." Dunia Arab kontan memberinya gelar pahlawan, meski belakangan wartawan ini babak belur.
Para tokoh di Indonesia pun tidak ketinggalan. Ada yang menyesalkan sikap wartawan yang emosional, tidak beretika. Namun umumnya memberikan acungan jempol kepada wartawan.
Jumlah Bus Muslimat Jumat, 24 Oktober 2008 12:05:27
Pada suatu hari KH. Hasyim Muzadi sedang memberikan pengarahan kepada panitia Harlah NU ke-82 di gedung PBNU Jakarta. Penagarahan ini berisi petunjuk dan saran kepada panitia tentang teknis-teknis persiapan menjelang puncak acara Harlah.
Ketika sampai pada pengarahan tentang jumlah bus yang mesti disediakan oleh panitia, kyai Hasyim mewanti-wanti.
Pokoknya, panitia harus mengerti tentang kuota bus, tolong diulangi berapa jumlah peserta dari muslimat?, katanya sambil melirik para ibu muslimat yang juga sedang mengikuti rapat.