 |
 |
 |
 |
 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
| |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
 |
|
 |
| Melacak Jejak Indonesianis |
 |
|
|
|
| Nuansa Pesantren |
 |
Suryalaya: Kebeningan Sufisme Pribumi untuk Masyarakat
Senin, 21 Desember 2009 07:34:32 |
Menempuh medan perjalanan yang rumit dengan menyurusuri berpuluh kelokan ruas jalan terjal mungkin tak akan melelahkan bagi siapapun yang hendak mengunjungi kampung Godebag, desa Tanjung Kerta di kawasan Tasik Malaya. Pasalnya, di area kecil ini kita temukan Pesantren tradisional yang mampu memberikan oase kerinduan tersendiri bagi para peziarah yang datang. Pesantren Suryalaya namanya. “Surya” merupakan adopsi dari bahasa Sunda yang mengandung arti matahari, juga “Laya” yang bermakna tempat terbit. Jika kalamat tersebut dirangkai, secara harfiyah kurang lebih berarti tempat matahari terbit.
Sangat khas nan pas melekatkan nama “Suryalaya” pada pesantren ini. Tak sebagaimana terik matahari, terbit matahari merupakan lukisan situasi yang teduh, sejuk, namun sekaligus membawa kehangatan. Hawa spiritual muncul lantaran di sana lah mursyid utama Thariqat Qadiriyyah Naqsabandiyyah (TQN) berdomisili dan membimbing secara telaten para salik. Sang mursyid, KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin (akrab dipanggil Abah Anom) adalah penduduk asli, juga penerus perjuangan serta pembinaan tarekat dan pesantren dari ayahanda Syaikh Abdullah bin Nur, mursyid TQN generasi ke-36. |
| selengkapnya |
AR-RAUDLAH, Pesantren Yang Mengabdikan diri Untuk Masyarakat
Rabu, 09 Desember 2009 00:47:44 |
Oleh APW Atho`
Di era multiglobalisasi di saat semua opini publik digiring pada satu titik yang seakan menjadi konsesus bersama akan pentingnya sebuah materi untuk memenuhi segala kebutuhan hidup, maka dengan serentak entah siapa yang menginstrusikan kini berbagai macam slogan, ikalan, dan beribu-ribu kalimat mudah didapatkan yang menyerukan dan mengajak mengejar segala ketetrtinggalan untuk mensejajarkan diri dengan mereka yang dikatakan modern baik secara pengetahuan, teknologi, maupun kepemilikan materi. Dan tidak tertinggal lembaga pendidikan pun berlomba saling menawarkan berbagaimacam kurikulum tentang ilmu-ilmu yang menjadi instrument bagi persainggan individu untuk hidup dalam persaingan dunia modern yang tidak mengenal kompromi.
Di tengah kehidupan masyarakat modern yang saling berlomba dalam mengejar materi ada sebagian kecil dari mereka yang konsisten mempertahankan identitasnya, salaf (ortodok) sebuah sebutan sinis dari orang-orang yang berada pada lingkaran modernitas, sebutan identitas yang berkonotasi segala sesuatu yang bersifat negative dan bertolak belakang dengan segala sesuatu yang dianut oleh masyarakat modern .
Pesantren Ar-Raudlah yang beralamatkan desa Tambak Rejo Kecamatan Paserean Kabupaten Pasuruan yang dibangun oleh seorang putra daerah yang bernama Ust Abu Amar pada tahun 1951, pendirian pesantren dilandasi sifat prihatin akan kehidupan keadaan tempat kelahirannya, sebuah kampung yang masyarakatnya dilanda kemiskinan baik materi maupun non materi, dan dari permasalahan sosial yang mendasar itu menyebabkan masyarakatnya terjerumus pada kehidupan dunia kejahatan dan kemaksiatan.
Pada awal berdirinya pesantren banyak mengalami gangguan dan teror dari masyarakat sekitarnya, dan keadaan ini biasa terjadi pada pesantren-pesantren diawal berdirinya sebelum mendapatkan respon dari masyarakat sekitarnya. Oleh sebab itu langkah pertama yang dikembangkan oleh kiyai muda ini adalah Amar ma'ruf nahyun 'anil mungkar. Dan konsekuensinya tidak jarang antara kiyai dan masyarakat mengalami benturan-bentutan secara fisik , tapi itu semua dapat dilalui dengan kesabaran dan keteguhan hati . |
| selengkapnya |
 |
Sekilas Pondok Buntet Pesantren
Selasa, 28 April 2009 01:54:18 |
Buntet Pesantren adalah nama sebuah Pondok Pesantren yang umurnya cukup tua. Berdiri sejak abad ke 18 tepatnya tahun 1785. Menurut catatan sejarah seperti yang tertulis dalam buku Sejarah Pondok Buntet Pesantren karya H. Amak Abkari, bahwa tokoh Ulama yang pertama kali mendirikan Pesantren ini adalah seorang Mufti Besar Kesultanan Cirebon bernama Kyai Haji Muqoyyim (Mbah Muqoyyim).
Bermula karena beliau memiliki sikap non kooperatif terhadap penjajah Belanda waktu itu, sehingga lebih kerasan (betah) tinggal dan mengajar di tengah masyarakat ketimbang di Istana Kesultanan Cirebon. Rupanya, setelah merasa cocok bertempat tinggal di perkampungan dan memberikan dakwah keagamaan, akhirnya beliau mendirikan sebuah pondok pesantren yang cukup terekenal bernama PONDOK BUNTET PESANTREN.
Masih menurut catatan sejarah, tempat yang pertama kali dijadikan sebagai pondok pesantren Buntet, letaknya di Desa Bulak kurang lebih 1/2 km dari perkampungan Pesantren yang sekarang. Sebagai buktinya di Desa Bulak tersebut terdapat peninggalan Mbah Muqoyyim berupa makan santri yang sampai sekarang masih utuh. |
| selengkapnya |
 |
PONDOK PESANTREN AL-HIKMAH BENDA
Mengembangkan Keikhlasan dalam berdakwah
Selasa, 24 Maret 2009 20:39:45 |
Lokasi pendidikan Pondok Pesantren Alhikmah terletak di Desa Benda Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes Propinsi Jawa Tengah, antara jalur Tegal-Purwokerto, tepatnya 7 KM. dari Kota Bumiayu. Yang mana menempati tanah seluas 10 Ha. berada diketinggian + 200 m dari permukaan laut.
SEJARAH.
A. Periode Permulaan
Tahun 1911 M. Merupakan perintis berdirinya Pondok Pesantren Alhikmah. KH. Kholil Bin Mahalli pulang dari “Tholabul Ilmi”dibeberapa pesantren dan yang terakhir bekajar di Mangkang, Semarang. Karena melihat kondisi masyarakat yang masih rawan akan pengetahuan agam, Beliau dengan methode BIL HIKMATI WAL MAUIDZOTIL KHASANAH (bijaksana dan nassehat yang baik) serta keikhlasan berda’wah, beliau mengadakan pengajian disurau-surau dan dikediaman beliau sendiri yang sekaligus menjadi pusat kegiatan da;wah dan pondok para santrinya. Menyusul kemudian pada tahun 1922 M, KH. sukhaemi bin Abdul Ghoni(putra kakak KH. Kholil) sepulang belajar dari Masjidil Haram Mekah, beliau bahu membahu dengan KH. Kholil berupaya merubah keadaan masyarakat Desa Benda dari keterbelakangan menjadi setingkat lebih maju baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, kebudayaan terutama kebudayaan agama. Sebagai seorang khafidz Alqur’an maka KH. Suhaemi membangun asrama dengan 9 kamar untuk menampung santri yang masih berada dirumah penduduk dan disurau-surau. dari sinilah kemudian kita kenal “Pondok Pesantren Alhikmah” yaitu pada tahun 1930.Sebagai tindak lanjut pengembangan Pondok Pesantren Alhikmah mulai dirintislah sistem pendidikan secara klasikal yaitu Madrasah Ibtidaiyah. Dengan nama Madrasah TAMRINUSSHIBYAN, tahun 1930. |
| selengkapnya |
 |
Pesantren Al-Hikmah Jakarta Utara
Rabu, 10 Desember 2008 10:54:18 |
Pengasuh KH. Miftakhul Falah
Pesantren a-Hikmah Jakarta utara terletak di sebuah kawasan pemukiman padat penduduk. karena rata-rata penduduk di kawasan ini adalah penduduk dengan tingkat perekonomian dan pendidikan yang rendah maka pesantren ini juga berfungsi sebagai panti asuhan.
di Pesantren al-Hikmah para santri memang tidak didik dengan jenjang pendidikan agama yang tinggi. melainkan para santri hanyalah memiliki tingkat pemahaman keagamaan tingkat dasar. hal ini dikarenakan mereka rata-rata memang berangkat dari situasi yang sangat tidak mendukung untuk sebuah pncapaian keagamaan. |
| selengkapnya |
 |
Pesantren Nurul Jadid Paiton
Kamis, 31 Januari 2008 10:52:52 |
Pengasuh KH Zaini Munim
Dalam perjalanan sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pondok Pesantren tercatat cukup mewarnai dalam ikut membentuk mental bangsa. Sejak sebelum era kemerdekaan, pesantren ikut berperan aktif terutama sebagai basis pergerakan santri pejuang. Telah banyak putera pesantren yang gugur di medan perjuangan demi membela dan mempertahankan kemerdekaan. Di samping itu, pesantren juga berfungsi sebagai cagar budaya dalam gejolak antara kebudayaan asli dan dan kebudayaan barat.
Sampai pada perkembangan berikutnya, pesantren masih tetap menunjukkan fungsinya sebagai lembaga pengajaran dan pendidikan, lembaga dakwah dan pengkaderan ulama, sebagai lembaga pelayanan, pengarahan, bimbingan dan pengembangan kemasyarakatan, serta sebagai lembaga perjuangan. |
| selengkapnya |
 |
Pesantren Langitan
Senin, 29 Oktober 2007 10:50:58 |
Pengasuh KH. Abdullah Faqih
Lembaga pendidikan yang sekarang ini dihuni oleh lebih dari 5500 santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan sebagian Malaysia ini dahulunya adalah hanya sebuah surau kecil tempat pendiri Pondok Pesantren Langitan, KH. Muhammad Nur mengajarkan ilmunya dan menggembleng keluarga dan tetangga dekat untuk meneruskan perjuangan dalam mengusir kompeni penjajah dari tanah Jawa
Mushola PP. Langitan putra KH Muhammad Nur mengasuh pondok ini kira-kira selama 18 tahun (1852-1870 M), kepengasuhan pondok pesantren selanjutnya dipegang oleh putranya, KH. Ahmad Sholeh. Setelah kira-kira 32 tahun mengasuh pondok pesantren Langitan (1870-1902 M.) akhirnya beliau wafat dan kepengasuhan selanjutnya diteruskan oleh putra menantu, KH. Muhammad Khozin. Beliau sendiri mengasuh pondok ini selama 19 tahun (1902-1921 M.). Setelah beliau wafat matarantai kepengasuhan dilanjutkan oleh menantunya, KH. Abdul Hadi Zahid selama kurang lebih 50 tahun (1921-1971 M.), dan seterusnya kepengasuhan dipercayakan kepada adik kandungnya yaitu KH. Ahmad Marzuqi Zahid yang mengasuh pondok ini selama 29 tahun (1971-2000 M.) dan keponakan beliau, KH Abdulloh Faqih. Untuk lebih jelasnya tentang biografi para Pengasuh Pondok Pesantren Langitan dapat dibaca dalam Biografi Ringkas Lima Pengasuh Pondok Pesantren Langitan. |
| selengkapnya |
 |
Pondok Pesantren Putri al-Kenaniyah
Minggu, 21 Oktober 2007 10:49:04 |
Pengasuh KH. Hambali Ilyas
Pesantren ini mengasramakan (ehm…) khusus santri Putri. Berlokasi di kawasan industri Pulomas Jakarta Timur. Di kelola oleh keluarga KH. Ilyas, seorang konglomerat Betawi asli yang concern terhadap perkembangan Islam tradisional di kawasan Metropolitan.
Pesantrn ini memiliki gedung bertingkat empat yang menyelengarakan pendidikon formal religius dari tingkat TK hingga SLTA. Mayoritas santrinya adalah anak-anak para pendatang yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Nahkan kebnyakan adalah anak-anak yang lahir di kawasan kumuh Pedongkelan. |
| selengkapnya |
|
|
| Kembali ke atas |
|
|
|
 |
 |
 |
 |
 |
|
 |
 | September 2010 |  | | Mg | Sn | Sl | Rb | Km | Jm | Sb | | | | | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | | |
|
|
 |
|
|
|