Home Profil Selayang Pandang Struktur Kontak   Bahasa Indonesia English Arabic
 
Liputan
Pemikiran Gus Dur
Pengajian
Artikel
Nuansa Pesantren
Resensi Buku
Tokoh
Jurnal Ciganjur
Sastra
Humor
Budaya
Galeri
Video
Agenda
Link
Buku Tamu
Melacak Jejak Indonesianis
 admin
 webmaster
Sastra
Konon Tu (h) an Maha Pengampun
Kamis, 22 Juli 2010 14:40:34
Pasukanku telah tewas...
mereka tertunduk tak bernyawa.
dengan jalan tertatih, aku harus mengakui kekalahan ini

Kini aku menjadi budak tuan
yang setiap saat berhak tuan siksa...

selengkapnya
M E R E K A
Rabu, 21 Juli 2010 14:31:23
Kenapa mereka bisa akrab? kira-kira apa yang mereka bicarakan? soal film, musik, tongkrongan, gosip artis, sahabat ataukah materi di sekolah? tak ada yang tahu. Mereka tertawa, hangat dan renyah...mereka berjalan dan duduk dengan santai....mereka berbagi minum, berbagi asap, kadang juga berbagi lidah....asyik melihat mereka, tak ada beban. Kebahagian mengucur deras diantara mereka...

Mereka berjalan berdua, tangannya tak pernah lepas, canda dan tawa menjadi daya tarik. Mereka seperti kita, anak muda yang "gaul". Mereka singgah ke toko sejenak, menyalakan sebatang rokok dan menghisap dengan memejamkan kedua mata. Mereka kembali ke jalan, menyusuri malam...memainkan bara dalam tembakau...

Mereka anak muda yang "gaul", seperti kita. Mereka mengukir hidup, menjilat langit dengan lirih. Mereka hanya anak muda, bercelana "potlot", pake sepatu, dan bajunya pantas untuk dilirik. Tak beda dengan kita. Mereka anak Indonesia, enerjik, cakep, ramah, ya...sekali lagi seperti kita!!!

Tiap malam adalah kebahagiaan, mungkin itu yang dirasa. Kebahagiaan yang dirajut tanpa menyisakan duka. Setidaknya itu yang kita lihat...mereka punya dunia, mereka bisa memainkan, mereka bisa mewarnai, merekalah yang menguasai....mereka anak muda dengan kelamin berbeda...
selengkapnya
Sastra
Tuhan dan Hamba-Nya
Selasa, 20 Juli 2010 09:00:00
Matahari terbenam
Hujanpun reda perlahan
Sembari adzan magrib dikumandang
Getaran hati antara gelisah dan tenang
Air wudhukpun menyirami mukaku penuh kasejukan
Dering sms terdengar keras dari kamar kosan
Diriku penuh Tanya dan penasaran
 
selengkapnya
Polemik Naskah Negara Kertagama
Kamis, 23 Juli 2009 20:33:29
Joni Sujono
Mahasiswa ICAS

Prawacana
Dalam kebudayaan Jawa, konsep “Raja” adalah penyangga dan penghubung mikrokosmos dan makrokosmos, kehidupan manusia dan alam semesta. Kemampuan raja dalam mengemban fungsi tersebut disebabkan ia memiliki kekuatan magis yang bersumber dari dua daya yang dimilikinya. Partama, ia mendapat wahyu. Kedua, ia memiliki kesaktian. Wahyu menjadi raja diperolehnya sebagai berkah dan karunia dari Hyang Maha Kuasa, meskipun faktor keturunan, garis darah “biru”, sangat dominan dalam hal ini. Kesaktian didapat dari usahanya sendiri untuk menjadi seorang manusia yang tangguh lahir batin, seperti olah spiritual maupun usaha menghimpun benda-benda pusaka.
selengkapnya
SASTRA ARAB KLASIK
Muqoddimah Hammasyah Abi Tammam
Selasa, 28 April 2009 01:02:33

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan (menyebut) asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

 

قال الشيح أبو زكريا يحيى بن على الخطيب التبريزي رحمه الله : اما بعد ، بعد جمد الله الذي لآ يبلغ صفاته الواصفون ولا يدرك يقينه العارفون كشف بنوره الدجا وأسعف الراجي بما رجا هدانا لطاعته وذكره ووفقنا لما يزلف من عفوه وغفره

Syekh Abu Zakariya Yahya ibn Ali al-Khotib al-Tabrizy Rahimahullah berkata : setelah puji  bagi Allah yang sifat-Nya tiada berbatas, di mana orang-orang arif tidak dapat mencapai keyakinannya. Dengan  nur-Nya tersibaklah kegelapan, orang-orang yang berharap dapat mencapai pengharapannya. Semoga Allah memberi kita hidayah untuk senantiasa taat dan mengingatnya dan dan dilimpahkan kepada kita seluruh ampunan dan maafnya.

 

 والصلاة على نبيه محمدا الداعي الى الكلمة الصادق الصادع بالدلائل الناطقة وعلى آله الطيبين وعترته المنتخبين

Sholawat (salam) semoga senantiasa terlimpah kepada nabi Muhammad, penyeru kepada kebenaran yang mengungkapkan tanda-tanda rasionalitas beserta seluruh keluarganya yang suci dan para kerabatnya yang dirahmati

 

selengkapnya
Sastra Arab
Mengenal Penulis Diwan Nabighot
Kamis, 02 April 2009 22:17:40
Diwan Nabighot adalah salah satu Materi Pengajian rutin KH Abdurrahman Wahid dalam acara Kongkow Bareng Gus Dur di radio 68 H Jakarta, pada pukul 10.00 WIB. Menurut pendampingnya, yakni KH Abdul Wahid (Achun) Maryanto, konon, Gus Dur biasa menggunakan syair-syair dalam Diwan Nabighot dan Mu'allaqoh Sab' untuk merayu (bersurat-suratan) dengan mantan kekasihnya dahulu.
 
Konon juga, mengapa Gus Dur memilih kitab-kitab sastra kuno tersebut sebagai materi Pengantar dalam pengajiannya tersebut, adalah atas "rengekan" dari mantan kekasihnya tersebut. "Untuk mengenang masa lalu," kata mentan kekasihnya ini. Sementara Gus Dur dengan enteng menjawab, "Lha daripada kena marah?"
 
Sekarang mantan kekasihnya ini, karena dirayu betrtahun-tahun,  bersedia setia untuk selalu mendampinginya  dalam segala suka dan duka. Dan Beliau kini telah menjadi idola dan teladan bagi berjuta-juta wanita lainnya di Nusantara. Setelah turut berjuang selama mendampingi mantan kekasihnya (Gus Dur), Beliau kini mampu menjadi inspirator bagi pergerakan kaumnya. Dan sang mantan kekasih yang dirayu dengan syair-syair kuno tersebut, tiada lain adalah Ibunda Nyai Hj. Shinta Nuriyah.
 
Kini tentang bait-bait Syair tersebut :
 
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على سيد المرسلين نبينا محمد وعلى أله وصحبه أجمعين

Segala puji bagi Allah yang memelihara seluruh Alam. Sholawat salam (semoga) selalu tercurah kepada junjungan para Rasul, yakni Muhammad SAW beserta segenap keluarga dan seluruh sahabatnya.

وبعد : فقد حفل العصر الجاهلي بكوكبة من الشعراء المشهورين الذين حلفوا لنا تراثا أدبيا فذا أمكننا بوساطته الإطلاع على حياة أولئك الأسلاف الذين لولا الشعر لفقدنا كثيرا من المعلومات التي تتعلق بحياتهم وتفاصلها وقضاياها
 
Sungguh, zaman jahiliyah dimeriahkan oleh bintang-bintang pujangga termasyhur yang telah meninggalkan tradisi sastra yang tiada bandingannya kepada kita. Tradisi inilah yang memungkinkan kita mengungkap kehidupan. Seandainya tiada syair tentu kita akan kehilangan banyak sekali bahan informasi tentang kisah hidup dan peninggalan mereka.
selengkapnya
Tak Semudah Itu
Karya: Cah Ndalan
Selasa, 24 Maret 2009 19:11:03
Tak Semudah Itu
Menjadi Manusia
Kekasih Tuhan
 
Tak Semudah Itu
Melawan Kuasa
Kehendak Setan
 
Tak Semudah Itu
Meraih Surga
Dan Kerelaan Tuhan
selengkapnya
Entahlah
Minggu, 21 Desember 2008 11:40:08
Karya : Cah Ndalan

Entahlah
Dunia berhenti
manusia Terpaku

Rembulan redup
Perahu mengapung

Senyatanya dunia tidaklah begitu
Ah tapi entahlah.........
selengkapnya
Geger Kalong
Selasa, 08 April 2008 11:21:40
Karya : Cah Ndalan

Propaganda menjengkelkan yang sarat dengan kebohongan-kebohongan nafsu syetan. Bukan bahkan nafsu itu pun sebuah kebohongan yang dipaksakan. Yakin gak yakin, mereka pura-pura yakin dengan apa yang diraihnya. Toh mereka ngerti jika segalanya diukur dengan uang mana bisa menghasilkan kebahagiaan. Tetapi ternyata mereka membelokkannya menjadi keunggulan lain yang patut dibanggakan. Tentu saja tetap tidak jauh-jauh dari yang namanya uang itu.
selengkapnya
Sedan dan Sepeda
Selasa, 08 April 2008 11:20:12
Karya : Cah Ndalan
 
Ibarat bawang putih dan bawang merah. Dua lakon terperi berbeda. Mengunyah derita laksana simalakama. Alam sutera tak lagi halus peringainya.

Sepadan benar keduanya. Satu di langit lainnya di dasar bumi. Sebelah diinjak sebelah dipanggul. Di kiri sejuk nyaman di kanan bermandi peluh. Bagai umar bakri menantang kompeni. Sepeda butut tak mungkin diadu lawan tank.
 
Meletus kempes bukan ke bengkel. Rongsokan tampak berwibawa menyambut sampah-sampah baru. Rencananya yang satu dimassalkan yang lain dimuseumkan.
selengkapnya
Page  [ 1 of 13 ]
1
Kembali ke atas
Tokoh Resensi
Galeri
Agenda
September 2010
MgSnSlRbKmJmSb
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
Polling
Apakah Anda Optimis akan Terjadi Perubahan di dalam tata dan kinerja organisasi NU setelah Muktamar ke-32 NU di Makassar?
 Ya. Saya sangat optimis akan terjadi perubahan yang lebih baik di NU setelah Muktamar Makassar
 Ya. saya cukup berharap akan ada perubahan di NU setelah muktamar di Makassar.
 Tidak. NU akan tetap seperti sediakala. Kalaupun ada perubahan, pasti sangat sedikit
 Tidak. Saya pesimis NU akan tetap amburadul seperti sebelumnya, terutama di bidang politik praktis. Siapapun pemimpinnya
 Arsip Polling
 
Liputan
Pemikiran Gus Dur
Pengajian
Artikel
Nuansa Pesantren
Resensi Buku
Tokoh
Jurnal Ciganjur
Sastra
Humor
Budaya
© 2009 Pesentren Ciganjur. All right reserved.Powered by BWI SOLUTION
Best viewed width IE 7 or above in 1280 x 800 monitor resolution